Nikmatnya Panen Buah Diluar Musim
Pada
tahun sebelum 1997, para petani kita masih menikmati kondisi iklim yang cukup
merata sepanjang tahun, dimana biasanya pada bulan april hingga Oktober adalah
sebagai musim kemarau dan dilanjutkan dengan musim hujan hingga April
berikutnya. Akan tetapi yang terjadi pada saat ini iklim sudah berubah dan
sulit untuk diprediksi. Akibatnya panen buah-buahan akan sulit untuk
diprediksi.
Untuk
mengatasi perubahan iklim yang demikian maka banyak bermunculan penelitian untuk
menghasilkan buah diluar musim. Pemberian zat pengatur tumbuh, pemangkasan,
strees air, dan pemupukan menjadi kunci sukses untuk mencapai hal tersebut. Curah
hujan memegang peran penting dalam roses pembungan dan pembuahan. Sebagian
besar wilayah barat indonesia beriklim basah yang curah hujannya cukup bayak,
berbeda dengan wilayah timur indonesia yang curah hujannya sedikit bahkan ada
beberapa daerah yang jarang datang hujan.
Tanpa
rekayasa tanaman buah memang akan sulit tumbuh didaerah kering. Akan tetapi
dengan adanya perlakuan khusus, seperti pemberian air, maka bukan tidak mungkin
tanaman buah dapat tumbuh dengan ideal. Didaerah kering inilah tanaman buah
punya peluang besar untuk dapat diatur
berbuah diluar musim, karena selain membutuhkan curah hujan, tanaman buah juga
butuh sinar matahari yang cukup sehingga itulah sebabnya tanaman buah harus
berada pada tempat terbuka tanpa naungan.
Tanaman
buah membutuhkan air untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Itu sebabnya perlu
direkayasa ketersediaannya seperti pemberian melalu teknik mikroirigasi didaerah
yang curah hujannya rendah. Hujan yang turun saat cuaca kering memang tidak baik bagi
pembungaan dan pembuahan tanaman. Hal
itu disebabkan karena tanaman butuh cuaca kering selama beberapa bulan utuk
merangsang pembungan. Misalnya, mangga butuh steess air 3-4 bulan untuk bunga dapat keluar. Apabila kemarau
dibawah 3 bulan, mangga akan sulit berbuah. Contoh lainnya adalah durian yang
membutuhkan musim kemarau secara berturut-turut tanpa musim hujan.
Kondisi kering memang akan memacu pembungan dan pembuahan
sedangkan kondisi basah akan memacu pertumbuan vegetatif yaitu
daun menjadi rimbun, ranting meluas, fotosintesis meningkat, batang
semakin kokoh.
Agar bunga dan buah dapat muncul, maka pertumbuhan
vegetatif perlu dihambat dengan
cara mengatur pemberian air. Misalnya membuat parit buangan pada musim hujan
dan diiringi dengan pemangkasan tunas yang tumbuh . Tujuannya ialah agar
seluruh energi yang seharusnya digunakan
untuk pertumbuhan vegetatif dapat
digunakan untuk pembentukan bunga dan buah.
Tujuan pembuatan buah diluar musim adalah agar pada saat
panen raya harga tidak turun dan buah
tersedia sepanjang waktu.
Komentar
Posting Komentar