Lapoan Kuliah Pratek Pengabdian Masyarakat (KPPM)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang KPPM
Pembangunan merupakan tanggung jawab bersama dari
semua warga negara Indonesia termasuk di dalamnya adalah perguruan tinggi serta civitas
akademikanya. Oleh karena itu, maka setiap perguruan tinggi khususnya universitas
HKBP Nommensen Medan telah menyelesaikan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan. Wujud dari
pelaksanaan pembangunan dituangkan dengan mewajibkan setiap mahasiswa semester
akhir untuk mengikuti Kuliah Praktek dan Pengabdian Masyarakat (KPPM). Kuliah
Praktek dan
Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk mengabdi, belajar dan menerapkan ilmu
serta keahlian yang dimiliki untuk pengabdian masyarakat dan melaksanakan
bersama-sama dengan masyarakat pedesaan.
Wilayah pedesaan dan masyarakat yang tinggal di dalamnya
merupakan potensi dan basis dari pembangunan Nasional secara keseluruhan,
dimana keberhasilan pembangunan wilayah pedesaan merupakan tolak ukur dari
keberhasilan pembangunan yang tercermin dari kemajuan negara. Penduduk
Indonesia yang sebagian besar hidup di wilayah pedesaan. Sehingga telah banyak
yang dilakukan pemerintahmeningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Perguruan
tinggi sebagai lembaga pendidikan yang memiliki potensi dan berperan dalam
memikirkan pemecahan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di pedesaan.
Beberapa metode yang dapat dijadikan antara lain memotivasi, , mengajak dan
membuka wawasan berfikir masyarakat pedesaan agar dapat meningkatkan kemampuan mereka
sendiri untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapinya. serta memperluas
wawasan berfikir. Kehadiran mahasiswa KPPM di wilayah pedesaan secara bersama-sama dengan masyarakat
memikirkan mengatas masalah-masalah yang dihadapi masyarakat di pedesaan.
Mahasiswa sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimilikinya selama di bangku
kuliah disumbnagkan dalam memotivasi masyarakat. Sehingga masyarakat mengetahui
potensi yang dimilikinya mampu mengatasi masalah yang ada di desaanya.
KPPM adalah perwujudan Tridarma Perguruan Tinggi khususnya bidang
Pengabdian Masyarakat sebagai aktualisasi dari Pasal 20 ayat (2) Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 yang berbunyi: “ Perguruan Tinggi berkewajiban
menyelenggarakan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat”.
Bagi mahasiswa, kegiatan KPPM harus dirasakan
sebagai pengalaman belajar yang baru yang tidak di peroleh di dalam kampus
serta sebagai proses pengaplikasian ilmu atau teori yang diperoleh dari bangku
kuliah, sehingga setelah selesainya KPPM mahasiswa akan memiliki wawasan
tentang kehidupan di desa guna bekal hidup dan bersosialisasi di tengah
masyarakat pada saat melaksanakan pengabdian kepada bangsa dan Negara di
kemudian hari.
Dalam pelaksanaan kuliah praktek dan pengabdian mahasiswa,
disamping mendukung program pembangunan pemerintah, Mahasiswa juga turut secara
langsung berperan aktif dalam melaksanakan pembangunan bersama-sama dengan
masyarakat yakni melalui kegiatan yang manfaatnya secara langsung dapat dirasakan oleh
masyarakat itu sendiri. Mahasiswa juga dapat dalam memberikan sumbangan pikiran, menganalisa
masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dimana dapat meningkatkan taraf hidup
masyarakat.
Sebagai sasaran pelaksanaan Kuliah Praktek dan
Pengabdian Mahasiswa (KPPM) Periode 42 Tahun 2019, Universitas HKBP Nommensen telah
memfokuskan Mahasiswa untuk bergiat dalam membangun Desa yang telah ditentukan. Oleh karena itu, kehadiran misi atau tugas perguruan tinggi diharapkan untuk mensukseskan Pembangunan Bangsa pada umumnya
dan pembangunan desa secara khusus, sehingga diharapkan sejajar dalam berbagai
hal dengan daerah lain di Indonesia.
1.2
Tujuan
KPPM
Adapun
tujuan diaksanakannya KPPM ini adalah sebagai berikut (Anonimus, 2006) ;
1.
Mempersiapkan mahasiswa agar menjadi sarjana
yang mampu memahami dan menghayati segala permasalahan yang dihadapi masyarakat
dalam pembangunan dan mampu menawarkan solusi-solusi alternative untuk
memecahkan masalah-masalah secara pragmatis.
2.
Mendekatkan Civitas Akademik Universitas
HKBP Nommensen kepada masyarakat Desa serta menyesuaikan pendidikan dan
pengajaran yang diselenggarakan dengan tututan pembangunan.
3.
Membantu pemerintah mempercepat laju
pembangunan serta mempersiapkan pembangunan pedesaan.
4.
Menjadi kesempatan bagi mahasiswa
Universitas HKBP Nommensen untuk merancang dan mempersiapkan berbagai bentuk
pengabdian masyrakat lanjutan dilokasi
KPPM.
1.3
Manfaat
KPPM (Anonimus, 2006) ;
1.3.1 Manfaat
Bagi Mahasiswa KPPM
1.
Mahasiswa
bisa memanfaatkan kegiatan KPPM sebagai sarana menerapkan ilmu yang di dapatkan
di kampus
2.
Membangun
rasa kepercayaan diri mahasiswa untuk terjun langsung ke lingkungan masyarakat
3.
Membentuk
mental mahasiswa yang lebih kuat dalam menghadapi kondisi masyarakat di
lapangan
4.
Melakukan penelitian dan pengabdian kepada
masyarakat serta usaha untuk memajukan ilmu pengetahuan, kebudayaan serta
kehidupan bermasyarakat.
5.
Meningkatkan pola pikir mahasiswa untuk
melaksanakan penelaan dan pemecahan dalam masyarakat serta ilmiah.
6.
Menumbuhkan kekreativitas dan keinovatifan mahasiswa
7.
Mendewasakan alam pikiran mahasiswa sebagai
generasi penerus kader – kader pembangunan desa.
8.
Menambah wawasan dan pengalaman bagi
mahasiswa.
1.3.2 Manfaat
Bagi Masyarakat di Lokasi KPPM
1.
Menambah
ilmu baru masyarakat yang diperoleh lewat ilmu pengetahuan dari mahasiswa
peserta KPPM.
2.
Menumbuhkan kesadaran pada masyarakat untuk
turut serta dalam menjaga kelestarian dan kebersihan lingkungan.
3.
Masyarakat dapat terbantu dalam mengatasi
masalah-masalah yang terjadi di Desa tersebut dengan cara saling bertukar
pikiran dengan peserta KPPM.
4.
Cara berpikir, sikap, dan tindakan
masyarakat akan meningkat sesuai dengan program pembangunan.
5.
Memperoleh masukan dari mahasiswa tentang
kondisi dan sumber daya alam didesa sebagai modal dasar pembangunan desa.
6.
Diharapkan masyarakat desa dapat
berinteraksi baik dengan masyarakat yang baru yang tinggal di desa tersebut.
7.
Memperoleh bantuan tenaga dan pikiran serta
pengalaman untuk merencanakan dan melaksanakan pembangunan desa.
1.3.3 Manfaat
Bagi Perguruan Tinggi
2
Melalui mahasiswa KPPM Universitas HKBP
Nommensen yang terjun langsung ke masyarakat untuk melakukan kegiatan –
kegiatan nyata, menyebabkan Universitas KHBP Nommensen akan lebih dikenal dan
lebih dekat dengan masyarakat khususnya masyarakat desa Siringkiron.
3
Kegiatan KPPM dapat menanamkan kepercayaan
kepada masyarakat bahwa Universitas KHBP Nommensen mampu menciptakan manusia
yang memiliki kemampuan untuk berkompetensi dan kelak akan menciptakan output
yang berguna bagi masyarakat, bangsa, negara, dan agama.
4
Dengan adanya KPPM, dari sebuah lembaga
perguruan tinggi akan menciptakan jaringan kerja sama antar lembaga perguruan
tinggi (UHN) dengan masyarakat dan instansi terkait baik instansi pemerintah
maupun swasta.
BAB
II
GAMBARAN UMUM DESA
2.1.
Sejarah
Desa
Pada jaman
penjajahan Belanda, ada satu daerah di Balige yang dipimpin oleh seorang Kepala
Nagari yang bernama Raja Petrus Siahaan. Yang membidangi Negeri Siahaan Aek
Bolon. Seterlah Merdeka maka negeri Siahaan Aek Bolon mekar menjadi beberapa
desa: salah satu desa tersebut adalah Desa sianipar sihail-hail.
Secara umum, marga-marga yang ada di desa ini,
mayoritas marga Sianipar, tetapi dari 4 Dusun yang ada di desa ini, ada 1 Dusun
yang bermarga lain, yaitu Siahaan, Simanjuntak, panjaitan, dan juga Sianipar,
yang berdomisili di dusun Sihailhail. Pada waktu itu para tokoh-tokoh adat,
tokoh masyarakat berembuk mem buat suatu kesepakatan membuat nama desa ini
menjadi Desa Sianipar Sihailhail. Dalam
pelaksanaan pemerintahan di Desa
Sianipar Sihailhail , telah terjadi beberapa periode Kepala
Desa oleh marga Sianipar dapat dilihat pada Tabel 2.1 di bawah ini :
Tabel 2.1. : Periode Kepala
Desa
No.
|
Nama Kepala Desa
|
Periode
|
Keterangan
|
1
|
Osman Sianiapar
|
1966-1985
|
Kepala Desa
|
2
|
Bintang Jhonson Sianipar
|
1985-1993
|
Kepala
Desa
|
3
|
Maruahal Sianipar
|
1993-1999
|
Kepala
Desa
|
4
|
Raya Sianipar
|
1999-2013
|
Kepala Desa
|
5
|
Jumarar Sianipar
|
2013-
Sekarang
|
Kepala Desa
|
2.2
Ciri-ciri
Fisik Desa
Secara
Geografis dan secara Administratif Desa
Sianipar Sihail-hail merupakan salah satu dari 244 Desa dan Kelurahan di
Kebupaten Toba Samosir, dan memiliki luas 3,25 km2. Secara
Topopografis terletak pada ketinggian 800 meter 900 meter di atas permukaan air
laut.
Posisi
Desa Sianipar sihail-hail yang terletak pada bagian selatan Kabupaten Toba
Samosir berbatasan langsung dengan sebelah barat kelurahan sangkar nihuta,
sebelah timur bebatasan dengan desa lumban gorat, desa sibuntuon sebelah utara
desa balige III, kelurahan pardede Onan, serta sebelah selatan desa Aek Bolon Jae,
Desa Sianipar Sihailhail.
Lahan
di Desa sebagian besar merupakan tanah kering 69,24 % dan tanah sawah sebesar
30,76 %. Selain itu adapun beberapa ciri fisik desa lainnya yang
terdiri dari :
2. 2.1
Pertanian
Mayoritas masyarakat yang ada di desa Sianipar
Sihail-Hail adalah bermata pencaharian sebagai petani. Terdapat berbagai
komoditas pertanian yang dihasilkan di desa tersebut salah satu diantaranya
adalah padi sawah. Yang mana komoditas tersebut adalah komoditas utama di desa
tersebut dan hal tersebut tampak dari produksi yang dihasilkan. Untuk
mengetahui lebih jelas mengenai komoditas dan produksi pertanian yang ada di
desa Sianipar Sihail-hail, maka dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 2.2.1. : Produksi Jenis Tanaman di Desa Sianipar Hail Hail
menurut (RPJM Desa
Sianipar)
Nama
Komoditas
|
Hasil
Panen (Ton/ha)
|
Tanaman
Pangan
|
|
Jagung
|
1,5 Ton
|
Padi
|
110 Ton
|
Ubi Kayu
|
300 Kg
|
Ubi Jalar
|
180 Kg
|
Buah-Buahan
|
|
Mangga
|
200 Kg
|
Pepaya
|
126 Kg
|
Perkebunan
|
|
Kelapa
|
0
|
Karet
|
0
|
2.2.2.Peternakan
Tidak hanya berkecimpung di
dunia pertanian, masyarakat desa Sianipar Sihail hail juga berkecimpung
di bidang peternakan. Peternakan
di daerah tersebut bukan menjadi sumber mata pencaharian utama melainkan
sebagai penambah pendapatan atau bisa dikatakan hanya sebagai sampingan saja.
Terdapat beberapa jenis ternak yang di pelihara di desa Sianipar Sihail-hail,
diantaranya yaitu sebagai berikut:
Tabel 2.2.2. :Kepemilikan
Hewan Ternak
Jenis Ternak
|
Produksi/Tahun
|
Sapi
|
14 Ekor
|
Kerbau
|
20 Ekor
|
Kambing
|
3 Ekor
|
Ayam
|
745 Ekor
|
Babi
|
454 Ekor
|
Bebek
|
650 Ekor
|
Angsa
|
5
Ekor
|
2.2.3. Iklim
Iklim
di Desa Sianipar Sihail-Hail
tergolong iklim yang memiliki suhu yang cukup dingin. Namun tetap mengalami dua musim, yakni musim kemarau
dan musim hujan. Perkiraan iklim di desa Sianipar Sihail hail dapat
dilihat dalam Tabel 2.2.3 di bawah ini.
Tabel
2.2.3.: Iklim
Curah Hujan
|
Mm/th
|
Jumlah
Bulan Hujan
|
5
|
Suhu
rata-rata
|
250C
|
Tinggi
Tempat
|
800-900 mdpl
|
Bentang
Wilayah
|
Dataran
Tinggi Sebagian Bukit
|
2.3. Penduduk dan Mata Pencaharian
2.3.1 Penduduk
Desa
Sianipar Sihail-hail
mempunyai jumlah penduduk 861
Jiwa. Dengan jumlah penduduk yang bisa dikatakan cukup banyak, tentunya desa
tersebut memiliki latar belakang
pendidikan dan suku yang berbeda-beda pula. Hal tersebut dapat kita lihat dari
tabel berikut:
Tabel 2.3.1 : Tingkat Pendidikan
masyarakat Desa Sianiparr
Sihail-hail
Tingkat
Pendidikan
|
Jumlah (Jiwa)
|
Tidak Tamat SD
|
74
|
SD
|
198
|
SLTP
|
167
|
SLTA
|
378
|
D3/S1
|
44
|
Jumlah
|
861
|
Walaupun didominasi dengan mayoritas suku batak,
masyarakat di desa Sianipar Sihail-hail masih menjunjung tinggi prinsip Bhineka
Tunggal Ika. Adapun jumlah masyarakat desa Sianipar Sihail-hail berdasarkan
etnisnya dapat kita lihat dibawah ini:
Batak
|
856 orang
|
India
|
3 orang
|
Nias
|
1
Orang
|
2.3.2
Mata
Pencaharian
Mata pencaharian di Desa Sianipar Sihail-hail lebih
didominasi dalam bidang pertanian, karena mengingat di Desa Tersebut memiliki
banyak lahan pertanian. Berikut diuraikan Mata pencaharian di Desa Sianipar
Sihail-hail :
Tabel
2.3.2 : Mata Pencaharian
Jenis
Pekerjaan
|
Jumlah (Orang)
|
Petani/Peternak
|
219
|
Pegawai
Negeri Sipil/Guru
|
27
|
Pedagang
|
1
|
DLL
|
614
|
2.4. Sarana dan Prasarana Desa
Sarana
dan Prasarana merupakan suatu hal yang penting bagi masyarakat desa Sianipar
Sihail-hail dan mungkin bagi masyrakat secara umum. Dengan adanya sarana dan
prasarana yang baik di desa tersebut, diharapkan akan membantu masyarakat dalam
melakukan aktifitasnya, baik itu untuk pelayanan maupun untuk kelancaran kelangsungan
kehidupan masyarakat yang lainnya.
Kondisi
sarana dan prasarana umum Desa Sianipar
Sihail-hail secara garis besar adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4.1. Sarana dan Prasarana desa
Sianipar Sihail- hail
Sarana dan Prasarana
|
Kondisi
|
Panjang
Jalan(km)/ Jumlah (Unit)
|
|
Bagus
|
Rusak
|
||
A.
Sarana
1.1
Sarana Kesehatan
·
Posyandu
|
2
|
0
|
2
|
B.
Prasarana
1.
2 Rumah Ibadah
·
Gereja
1.3
Infrastruktur Irigasi
·
Saluran Primer
·
SaluranSekunder
·
Saluran tersier
1.4 transportasi darat(km)
·
Jalan Desa
·
Aspal
·
Perkerasan
·
Tanah
·
Jalan Antar Desa
|
1
1
2
7
9
4
0, 2
0
3
|
0
0
1
12
5
5
0
0
1
|
1
1
3
19
14
9
0, 2
0
4
|
BAB III
PERMASALAHAN
3.1
Permasalahan Umum
3.1.1
Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan di Desa Sianipar Sihail-hail masih
tergolong sedang . Hal ini bisa terlihat dimana pendapatan yang diperoleh
masyarakat di Desa Sianipar Sihail
lebih banyak diperoleh dari hasil pertanian. Dan penghasilan lainnya
diperoleh dari hasil wiraswasta, PNS dan sebagainnya.
3.1.2
Pendidikan
Kesejahteraan suatu daerah dapat dilihat
dari tingkat pendidikan masyarakat daerah tersebut.Pendidikan yang layak akan meningkatkan kualitas dan
tingkat yang tinggi , meningkatkan pola piker dan ketrampilan.Jika kita
mempunyai pendidikan secara tidak langsung kita juga akan memperbaiki generasi
kita. Dari hasil survey yang kami lakukan, kendala yang ada pada desa Sianipar
Sihailhail yaitu kurangnya sarana gedung sekolah. Adapun sarana yang mendorong
tingkat pendidikannya yaitu gedung sekolah PAUD .
Kurangnya
prasarana berupa kendaraan yang memudahkan anak – anak desa Sianipar Sihailhail
untuk berangkat ke sekolah, sehingga anak – anak harus berjalan kaki untuk
sampai ke sekolah. Selain itu, banyak juga orang tua yang tidak ingin mendorong
tingkat pendidikan anaknya dikarenakan pemikiran orang tua yang masih rendah.
Sementara pendidikan berperan sangat penting untuk kemajuan dan kesejahteraan
suatu daerah sehingga mampu mengembangkan masyarakat yang maju dan kritis di
berbagai kehidupan.
3.1.3
Kesehatan Masyarakat
Kesehatan
merupakan factor penting dalam
kelangsungan kehidupan bermasyarakat. Kesehatan masyarakat Desa
Sianipar Sihaihail tergolong baik
walaupun dari segi fasilitas kesehatan
Desa Sinipar Sihailhail masih belum memadai. Fasilitas kesehatan yang
dimiliki Desa Sinipar Sihailhail hanya ada dua unit Posyandu. Pelayanan
kesehatan yang diberikan oleh Posyandu Desa Sinipar Sihailhail tidak hanya
berfokus kepada bayi, balita, ibu hamil dan menyusui tetapi juga memberi
pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sudah lanjut usia. Pelayanan
Posyandu diberikan satu kali dalam sebulan berupa pengecekan kesehatan pada
orang tua yang lanjut usia dan pengecekan kondisi pertumbuhan dan perkembangan
serta pemberian vitamin kepada bayi, balita dan anak-anak. Secara umum
masyarakat Desa Sinipar Sihailhail sudah memiliki jamban sendiri di rumah
masing-masing.Hal inilah yang menjadi dasar gambaran kesehatan masyarakat Desa
Sinipar Sihailhail dan juga masih banyak orang tua yang sudah lanjut usia yang
masih mampu bekerja di sawah. Kondisi
kesehatan anak-anak juga baik karena di Desa Sinipar Sihailhail tidak ada
ditemukan penyakit yang membuat masyarakat resah
3.1.4
Partisipasi Masyarakat
Masyarakat
Desa Sianipar Sihaihail masih menjalankan
tradisi untuk melakukan gotong-royong guna pembangunan di desa. Pelaksanaan gotong
royong di Desa Sianipar Sihaihail dilaksanakan setiap sebulan sekali atas kesepakatan untuk masing-masing dusun kapan
dilaksanakan. Kegiatan
gotong-royong yang sering dilakukan di Desa Sianipar Sihaihail seperti memperbaiki irigasi air ke
sawah masyarakat, kebersihan lingkungan di setiap dusun hingga membersihkan
jalan desa atau jalan antar dusun. Walaupun kegiatan gotong-royong hanya
dilakukan sebulan sekali dalam pelaksanaanya yang hadir hanya sedikit. Hal
itu terjadi karena masyarakat di
desa ini mempunyai kesibukan sendiri dan
jarang ada warga yang meluangkan waktunya untuk kegiatan dimaksud. Masyarakat
lebih memilih utuk mengupah atau
berpartisipasi dalam bentuk uang dalam mengerjakan sesuatu
yang berhubungan dengan kepentingan desa.
3.1.5
Keamanan
Ketertiban
dan keamanan Desa adalah satu wujud kesejahteraan bagi setiap Desa. Keamanan
yang dimaksudkan adalah bebas dari intimidasi pembunuhan, perampokan, keributan
dan lainnya. Menurut kami, di Desa Sianipar Sihail hail tingkat kriminalnya
relatif sangat rendah
karena di desa tersebut
sudah sangat seperti satu keluarga, rasa saling menjaga dan memiliki sangat
kental sekali adanya di Desa Sianipar Sihail-hail selain sebagai
pemimpin di dalam desa maka aparatur desa juga yang menjadi pengaman dalam
desanya sendiri. Walaupun di
Desa Sianipar sihail hail tidak ada Pos Pengamanan, namun keamanan di sangat
baik sekali..
3.2
Permasalahan Khusus
3.2.1
Masalah Pertanian
Petani
belum secara keseluruhan memahami pertumbuhan tanaman dengan faktor yang
mempengaruhinya, baik faktor genetis maupun faktor lingkungann, seperti
hubungan tanah dengan tanaman.
Petani ingin kembali menggunakan kompos seperti dahulu kala. Menurut petani
panen mereka yang sekarang ini tidak lagi maksimal. Jika dibuat perbandingan
dengan waktu pemakaian kompos dengan
pupuk kimia panen petani lebih banyak pada saat menggunakan kompos.
Bentuk
lahan di Dessa Sianipar Sihailhail tidak datar terbentang luas melainkan sawah
dengan bentuk yang bertingkat-tingkat. Masalah lain juga adalah irigasi air ke
sawah warga. Pengaruh bentuk lahan di Desa Sianipar Sihailhail membuat irigasi
ke sawah menjadi sulit. Hal inilah yang membuat bahwasanya di Desa Sianipar
Sihailhail periode penanaman padi tidak dilakukan bersama-sama.
3.2.2
Masalah Peternakan
Pada bidang peternakan, masalah yang bisa ditemui
adalah tentang cara merawat ternak.
Adapun ternak yang dimiliki disana antara lain Babi, anjing, ayam, dan bebek.
Namun warga dalam berternak membebaskan berkeliaran ternak ayam, bebek dan
anjing untuk bertahan hidup sedangkan untuk babi ditempatkan dalam kandang yang
kebersihan kandangnya masih sangat kurang. Hal ini berdampak buruk pada
lingkungan desa yang bisa saja tercemar dan bagi ternak itu sendiri.
3.2.3
Masalah Ekonomi
Perekonomian di Desa Sianipar Sihail hail tergolong sedang,
karena sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani dan peternak
yang sangat berpengaruh besar
terhadap perekonomian desa tersebut.
Masalah
lainnya yakni perubahan hasil produksi pertanian yang berpengaruh terhadap
penghasilan petani. Hal ini yang menyebabkan nilai ekonomi masyarakat tidak
seimbang dengan hasil produksi yang dimiliki.
3.2.4
Masalah Sosial, Politik,
Administrasi
Kehidupan bersosial masyarakat Desa Sianipar sihail
hail masih kental dengan budaya adat bataknya, seperti secara bersama sama
menghadiri acara pesta, gotong royong dan lainnya. Sehingga kemungkinan
masuknya budaya asing sangat susah. Hal ini dapat menyebabkan terhambatnya
penerimaan persepsi dari luar yang bersifat membangun.
Pada bagian
Politik, masyarakat Desa Sianipar Sihail hail masih awam dalam mengenal
istilah politik, sebagaian besar menganggap politik itu buruk karena praktek
KKN yang masih merajalela dan masih melakukan praktek politik yang bersifat kekeluargaan,
Sedangkan dalam bidang administrasi di Desa Sianipar
Sihail hail masih tergolong baik karena pelayanannya yang responsive terhadap
system kerjanya, seperti pelayanan kepada masyarakat yang memiliki keperluan di
Desa.
BAB IV
ANALISIS PEMECAHAN MASALAH
4.1.
Permasalahan
Umum
4.1. 4.1.1 Pendapatan
Di Desa Sianipar sihail hail dalam pemecahan masalah pendapatan, baiknya
dengan potensi pertanian yang lumayan besar harusnya dilakukan pemaksimalan lahan basah dan kering dengan
menanam jenis tanaman yang berbeda selain padi untuk meningkatkan penghasilan
petani. Selain itu juga, memanfaatkan kemampuan sumber daya manusia dengan
memberikan pelatihan seperti membuat kerajinan yang berasal dari kearifan local
yang seterusnya di jual untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
4.1. 4.1.2 Pendidikan
Pada bagian pendidikan baiknya adanya pembangunan infrastruktur berupa
sekolah untuk mempermudah akses pendidikan anak-anak masyarakat Desa Sianipar
Sihail Hail. Dan juga adanya peran banyak pihak untuk mensosialisasikan pentingnya
pendidikan di zaman sekarang kepada masyarakat Desa Sianipar Sihail hail untuk
mendorong masyarakat mencintai dunia pendidikan.
4.1. 4.1.3 Kesehatan
Untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sianipar Sihail hail dalam bidang
Kesehatan, sudah semestinya membangun fasilitas Kesehatan seperti PUSKESMAS
yang dilayani oleh tenaga medis yang ahli di bidang kesehatan. Kemudian,
penting juga membuat penyuluhan kesehatan pada semua kalangan umur, karena beda
umur beda masalah yang diderita.
4.1. 4.1.4 Partispasi
Masyarakat
Pada
bagian partisipasi masyarakat , pemerintahan Desa melakukan pendekatan kepada
setiap masyarakat untuk membentuk keakraban relasi sekaligus kesadaran
masyarakat tentang betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam kemajuan
desa. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk mewajibkan masyarakat menghadiri
Musrenbang Desa, gotong royong, melihat situasi warga dilapangan oleh
pemerintahan desa.
4.1. 4.1.5 Keamanan
Sama seperti partisipasi,
memberikan pemahaman secara berkala kepada masyarakat mengenai kriminalitas
akan membuat masayrakat teredukasi kemudian pemerintahan dapat menjalin
kerjasama dengan instansi terkait misalnya kepolisian untuk melakukan sosialisasi.
Hal lain yang bisa
dilakukan adalah dengan menggunakan Polisi Desa. Tapi sampai saat ini, Desa Sianipar Sihail Hail kami rasa tidak
terlalu memerlukan hal tersebut. Dikarenakan tingkat kriminalitas dan keamanan
yang masih kondusif. Dan yang terpenting adalah aparat harus terus melakukan
pendampingan kepada masyarakat agar keamanan dapat tercipta.
4.2. 4.2.1 Masalah
Pertanian
Masalah
pertanian di Desa Sianipar sihail hail yang masih belum mengenal tentang
pertumbuhan tanaman dan faktor pengaruhnya, baiknya dilakukan penyuluhan
seputar budidaya jenis tanaman yang baik dan benar yang sesuai kondisi tanah.
dan juga dilakukan pembangunan irigasi yang merata sepanjang daerah persawahan
sehingga periode penanaman padi dilakukan bersama sama.
4.2. 4.2.2 Masalah
Peternakan
Untuk pemecahan masalah peternakan lebih baik dilakukan dengan memelihara ternak yang induknya
baik kemudian pakan ternak mendukung
pertumbuhan dan perkembangan ternak dan juga memanajemankan kandang yang layak bagi ternak, pemberian
vaksin dan pemerikasaan kesehatan ternak.
4.2. 4.2.3 Masalah
Ekonomi
Untuk mengatasi penghasilan
masyarakat yang rendah, hendaknya pemerintah menyediakan sarana dan prasarana
yang memadai, sehingga masyarakat yang dalam usia prodi8ktif tidak meninggalkan
desa. Dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup untuk mempekerjakan
masyarakat, maka masyarakat tidak perlu lagi ke kota untuk mencari pekerjaan,
sehingga dapat menyumbang sedikitnya untuk pembangunan desa.
Pembentukan koperasi unit
desa sangat diperlukan untuk mendukung berbagai aktifitas petani sehingga
kesejahteraan mereka dapat ditingkatkan. Selain dalam membantu peningkatan
produksi, yang tidak kalah penting adalah membantu mereka dalam hal memasrkan
hasil produksi.
Koperasi juga dapat
memberikan akses yang luas kepada seluruh anggotanya oleh berbagai penggunaan
faktor produksi dan jasa yang tidak ditawarkan pasar. Dengan adanya koperasi,
para petani dapat lebih mudah melakukan penyesuaian produksi melalui pengolahan
paska panen sehubungan dengan adanya perubahan permintaan pasar. Hal ini akan
memperbaiki efisiensi pemasaran yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,
bahkan kepada masyarakat umum maupun terhadap perkembangan perekonomian
nasional.
Dalam penyatuan sumber daya
para petani dalam sebuah koperasi, para
petani lebih muda dalam menangani suatu resiko yang melekat pada produksi
pertanian, seperti : pengaruh iklim yang berdampak pada kualitas produksi.
Dalam wadah koperasi, para petani lebih leluasa berinteraksi secara positif
terkait dalm proses pembelajaran guna untuk meningkatkan kualitas SDM mereka.
4.2. 4.2.4 Masalah
Sosial, Politik dan Administrasi
Pada
bagian pemecahan masalah social dan politik, baiknya dilakukan kegiatan
pembaharuan dalam hal bersosial seperti dikurangi istilah keterpakuan pada
budaya, masyarakat desa Sianipar Sihail hail harus mampu menerima pendapat dari
luar yang bersifat membangun agar terjadi kemajuan yang pesat. Dan pada bagian
politik, masyarakat Desa Sianipar Sihail hail diberikan sejenis sosialisasi
seputar politik yang tepat.
Pada
bagian administrasi harus ditingkatkan lagi untuk memberikan pelayanan yang
maksimal, agar benar – benar tatanan pemerintahan desa tepat pada sasaran yang
ditetapkan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Desa Sianipar Sihail Hail merupakan salah
satu desa di Kecamatan Balige,
Kabupaten Toba Samosir.
Desa ini terbagi dalam 1
dusun yaitu Dusun I ( lumban
Ginabean),
Dusun II (Sihail hail),
Dusun III (Siopat opat),
Dusun IV (Sianipar Balige). Penduduknya
mayoritas beragama Kristen Protestan dan sebagian lagi Kristen Katolik dan Hindu. Sementara suku penduduknya yaitu Suku
Batak, Nias dan India.
Masyarakat Desa Sianipar Sihail Hail ini masih kuat
dalam memegang adat dan budaya warisan nenek moyang. Dan juga desa ini perlu
pembaharuan agar pola pikir masyarakat dapat lebih maju untuk berpikir modern.
Dan juga di desa ini masyarakat tergolong sedang walaupun masih ada masyarakat
yang masih tergolong rendah.
Sumber pendapatan yang
paling banyak di Desa Sianipar
Sihail hail adalah hasil pertanian seperti padi, jagung dan umbi-umbian. Secara
keseluruhan mayoritas pekerjaan masyarakat di Desa Sianipar Sihail hail adalah sebagai
petani.Peran pemerintah sangat diperlukan di Desa Sianipar Sihail hail guna menata
pembangunannya. Dan yang terpenting adalah penyuluhan tentang pemanfaatan berbagai potensi dan
penambahan fasilitas pendidikan, transportasi, dan penerangan jalan.
5.2.
Saran
Beberapa
saran yang dapat kami sampaikan melalui laporan ini adalah :
· Untuk warga yang memiliki lahan yang
terbatas hendaknya membentuk suatu kelompok dan berusaha secara bersama-sama
untuk meningkatkan pendapatnya.
·
Kepada warga yang memiliki modal yang cukup
hendaknya mau berinvestasi dalam hal penyediaan jasa pelayanan seperti
transportasi. Ataupun bidang lainnya seperti bengkel, rumah makan, tukang
jahit, dll.
·
Segera membentuk unit koperasi untuk para
petani yang ada di Desa Sianipar
Sihail hail
·
Untuk aparatur desa hendaknya melakukan
pendekatan secara terus menerus kepada masyarakat untuk mengetahui permasalahan
yang dialami oleh warganya dan bersama-sama dengan pemerintahan di tingkat
Kecamatan, Kabupaten untuk memberikan solusi permaslaahan itu
·
Dalam penyusunan RPJMDes harapannya
infrastruktur dan penerangan jalan desa lebih diutamakan agar masyarakat mudah
dalam melakukan distribusi pertanian dan ternaknya ke luar desa.
·
Penyuluhan, sosialisasi sangat dibutuhkan di
Desa Sianiapar Sihail
hail.
Untuk itu pemerintah sangat berperan untuk melatih dan mengembangkan keterampilan
warga.
Komentar
Posting Komentar