Analisis Pendapatan Keluarga Petani
ANALISIS
PENDAPATAN KELUARGA PETANI
2.1
Informasi mengenai rumah tangga petani
2.1.1
Tinggal serumah
|
NO
|
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Status
|
Umur
|
Pendidikan
|
|
1
|
J. Tampubolon
|
Laki-Laki
|
Ayah
|
52
|
12 tahun
|
|
2
|
M. Sibuea
|
Perempuan
|
Istri
|
50
|
12 tahun
|
|
3
|
D. Tampubolon
|
Perempuan
|
Anak
|
14
|
6 tahun
|
2.1.2
Tidak Tinggal Serumah
|
NO
|
Nama
|
Jenis Kelamin
|
Umur
|
Pendidikan
|
Pekerjan
|
Alamat
sekarang
|
Alasan
tidak serumah
|
|
1
|
I.Tampubolon
|
Laki-Laki
|
20
tahun
|
12
tahun
|
Karyawan
swasta
|
Bandung
|
Bekerja
|
|
2
|
A.Tampubolon
|
Laki-Laki
|
18
tahun
|
12
tahun
|
Pelajar
|
Medan
|
Pendidikan
|
c.
Informasi mengenai anggota keluarga yang ikut terlibat dalam usaha tani
Tidak
ada anggota kelurga yang ikut terlibat dalam kegiatan usaha tani
d.Anggota
keluarga yang bekerja diluar usaha tani
Tidak
ada anggota keluarga yang bekerja diluar usaha tani
e.
Anggota keluarga yang tidak serumah mengirim uang secara berkala
Anggota
keluarga yang tidak serumah yang mengirim uang secara berkala yaitu I.
Tampubolon.
2.2
Informasi Lahan Usaha Tani
2.2.1
Lahan yang diusahakan petani
Luas lahan milik sendiri : 7 rante
Luas lahan yang disewa : 36,5 rante
2.2.3
Ketentuan untuk lahan yang disewa
Petani
yang meyewa lahan harus membayar uang sewa kepada pemilik lahan. Besarnya sewa
yang diberikan adalah 4 kaleng padi basah ( 12 kg/kaleng) utuk setiap 1 rante lahan. Untuk lahan sewa seluas
0,5 ha tidak dibayar karena sebelumnya merupakan lahan tidur yang dibuka
oleh petani yang menyewa.
2.2.4
Denah lokasi lahan
2.3.
Gambaran Usahatani
2.3.1.
Kalender usaha tani
2.3. 2. Analisis usaha tani
A. Tanaman Padi sawah
1. Pengolahan Lahan
Tanah diolah secara
semi modern, karena pengolahannya dilakukan dengan bantuan mesin bajak, yaitu
untuk membalikkan galah padi dan menggemburkan tanah,namun tetap juga
menggunakan tenaga kerja dalam keluarga yaitu untuk menghancurkan gumpalan-gumpalan
tanah yang telah dibajak menjadi kecil-kecil menggunakan garu, hal ini
bertujuan supaya irigasi dalam sawah tersebut merata. Selain itu lahan juga
harus diberi penambahan tanah pada pematang sawah agar air sawah tidak bocor
dan irigasi tetap terjaga. Kemudian menjelang persemaian nantinya benteng sawah
harus dibersihkan dari rumput. Penambahan tanah pada pematang sawah dan
pembersihan benteng sawah dikerjakan oleh TKDK.
Persemaian dilakukan sendiri oleh petani tanpa mengguanakan bantuan
tenaga kerja. Penyemaian dilakukan dengan terlebih dahulu menyapakan tempat
untuk persemaiannya .Luas lahan penyemaian empat petak sawah. Persemaian
dilakukan pada lahan yang sama berdasarkan persil lahan tersebut atau
berdekatan dengan petakan sawah yang akan ditanami, hal ini dilakukan agar
bibit yang sudah siap dipindah, waktu dicabut dan akan ditanam mudah diangkut
dan tetap segar.
Penanaman dilakukan
setelah bibit berumur 20 hari setelah penyemaian.
Adapun jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam penanaman yaitu:
Lahan seluas 6 rante : 3 orang
Lahan seluas 10 rante : 6 orang
Lahan seluas 18 rante : 10 orang
Lahan seluas 8 rante : 4 orang
Upah yang di berikan
untuk 1 hari kerja yaitu Rp.
60.000/orang dan sudah termasuk uang
makan.Jarak tanam padi yang digunakan yaitu kira-kira 20 x 20 cm. Bibit
ditanam dengan cara dipindah dari bedengan persemaian ke petakan sawah, dengan
cara bibit dicabut dari bedengan persemaian dengan menjaga agar bagian akarnya
terbawa semua dan tidak rusak. Setelah itu bibit dikumpulkan dalam
ikatan-ikatan lalu ditaruh disawah dengan sebagian akar terbenam ke air.
4. Pengairan
Pengairan
yang dilakukan berupa saluran irigasi. Dimana sumber airnya di diperoleh dari
air sungai yang dialirkan ke beberapa area persawahan. Pengairan dibagi
berdasarkan beberapa saluran-saluran ke masing-masing petakan sawah. Tidak ada
jadwal khusus yang dilakukan oleh petani untuk melakukan pengecekan air. Petani
melakukan pengecekan air pada waktu meraka bekerja disawah tersebut ataupun
pada saat melintas melalui sawah tersebut.
Pemupukan
dilakukan 2 tahap yaitu dua minggu sebelum tanam dan dua bulan setelah tanam.
Pupuk yang digunakan adalah:
a. lahan seluas 6 rante
Tahap pertama : pupuk urea 30 kg , Poska 25
kg , dan pupuk ZA 25 kg
Tahap kedua : pupuk urea 20 kg, Poska 25
kg, dan pupuk ZA 25 kg
b. Lahan seluas 10 rante
Tahap pertama :Pupuk urea 60 kg, Poska 50 kg, dan pupuk ZA 50 kg
Tahap kedua : pupuk urea 40 kg, Poska 55 kg, dan pupuk ZA
55kg
c.Lahan seluas 18 rante
Tahap pertama : Pupuk
urea 90 kg, Poska 75 kg, dan pupuk ZA 50 kg
Tahap kedua :
pupuk urea 40 kg, Poska 55 kg, dan pupuk ZA 55kg.
d. lahan seluas 8 rante
Tahap pertama : Pupuk
urea 40 kg, Poska 30 kg, dan pupuk ZA 30 kg
Tahap kedua :
pupuk urea 20 kg, Poska 35 kg, dan pupuk ZA 35 kg.
Adapun harga pupuk/kg yaitu urea Rp. 2500/kg, poska Rp.4000/kg, ZA
3000/kg. Pemupukan ini dilakukan sendiri oleh petani. Pemupukan bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman padi agar dapat tumbuh dengan baik.
Penyiangan yang dilakukan berupa pemeliharaan
dari gulma atau vegetasi-vegetasi yang mengganggu pertumbuhan tanaman padi
dengan cara dibersihkan langsung dengan cara mekanis yakni dicabut. Penyiangan dilakukan
menggunakan TKDK selama 10 hari oleh dua orang tenaga kerja.
Pengendalian dilakukan
dengan cara menyemprot dengan pestisida sebanyak tiga kali dengan dosis yang
sama. Pestisida yang digunakan yaitu:
a. lahan seluas 6 rante
antrokold ¼ kg, rajatrin ½ kaleng, darmason ½ kaleng
b. lahan seluas 10 rante
antrokold ½ kg, rajatrin 1 kaleng, darmason 1 kaleng
c. lahan seluas 18 rante
antrokold 1 kg, rajatrin 2 kaleng, darmason 2 kaleng
d. lahan seluas 8 rante
antrokold 0,8 kg, rajatrin ¾
kaleng, darmason ¾ kaleng
Adapun harga dari
setiap pestisida yaitu antrokold Rp. 120.000/kg, rajatrin Rp. 60.000/kaleng,
darmason Rp. 80.000/kaleng.
Padi
sudah bisa dipanen pada umur 4 bulan
dari masa tanam.Ciri-ciri tanaman yang sudah layak untuk dipanen adalah padi
sudah menguning secara keseluruham, sudah berisi dan merunduk. Pemanenan
dilakukan dengan menggunakan sabit biasa dan mesin penggiling untuk memisahkan
padi dari galahnya. Jumlah pemanen
tergantung dari luas lahan yang diusahakan apabila luas lahannya 6 rante maka
jumlah pemanennya yaitu 6 orang artinya 1 orang pemanen dianggap dapat
mengerjakan luas lahan seluas 1 rante. Upah yang diberikan yaitu tergantung
dari jumlah padi yang mereka panen. Apabila padi yang mereka dapat 100
kaleng padi basah (1.
200 kg) maka upah yang mereka terima yaitu 13 kaleng(156
kg) padi basah. Harga padi basah per kg yaitu Rp. 4.000.
Padi
yang sudah dipanen sebagian dipasarkan dan sebagian untuk dikonsumsi dan
dikeringkan yang sewaktu-waktu dapat dijual. Satu kali panen untuk lahan seluas
42 rante menghasilkan 126 karung. Untuk keseluruhan lahan, padi basah yang
dijual 50 karung dan sisanya dikeringkan
untuk dikonsumsi dan dijual nantinya. Padi dipasarkan melalui tengkulak. Pada
masa panen biasanya banyak tengkulak yang datang ke lahan langsung untuk
mengambil hasil panen.
Padi yang dikeringkan
untuk dikonsumsi yaitu 25 karung dan sisanya di jual. Harga padi kering yaitu
Rp. 5000.
Berikut adalah perhitungan keuntungan tanaman padi sawah
keluarga bapak J. Tampubolon
|
No
|
|
|
|
1
|
- Produksi keseluruhan (kg)
- Padi basah yang dijual
- Padi yang dikeringkan
- Susut padi 20%
- Padi kering
- Padi kering untuk konsumsi
- Padi kering untuk dijual
|
126 karung x 60 kg/karung = 7560
kg
50 karung x
60 kg/ karung= 3600 kg
76 karung x
60 kg/ karung= 4560 kg
4560 kg x
20% = 912
kg
4560 kg
- 912 kg = 3648 kg
25 karung x
60 kg/karung = 1500 kg
3648 kg
- 1500 kg = 2148 kg
|
|
2
|
Harga (Rp): Padi basah
Padi kering
|
Rp 4000/kg
Rp 5000/kg
|
|
3
|
Penerimaan (Rp): Padi basah
Padi kering
|
Rp 4000 x 3600 kg = Rp 14.400.000
Rp 5000 x 2148 kg = Rp 10.740.000
|
|
4
|
Biaya :
Sarana produksi:
SS 1. Modal:
Benih/bibit
Pupuk anorganik:
- Urea
-Poska
- SP36
Pestisida
-Antrokold
-Rajatrin
-Darmason
2. Peralatan
Cangkul( umur pakai
2 tahun)
Ember
(umur pakai 3 tahun)
Sprayer (umur pakai 5 tahun)
Karung( umur pakai 4 kali pakai)
3. Tenaga Kerja
Biaya Tenaga Kerja Luar Keluarga
(TKLK):
-
Penanaman
- Pembajakan
- Pemanenan 13% dari produksi
Biaya Tenaga Kerja Luar Keluarga
(TKDK):
- Penyemaian
- Pemupukan 1
-
Pemupukan 2
- Penghancuran bongkahan bajakan
-Penambahan tanah pematang sawah
- Pembersihan benteng sawah
- Penyiangan + penyisipan tanaman
- Pengendalian HPT 1
- Pengendalian HPT 2
- Pengendalian HPT 3
4. Sewa lahan
5. Pajak
Total biaya
|
99,8 kg x Rp 5000 = Rp 499.000
100 kg x Rp 2.000 = Rp 200.000
100 kg x Rp 3.000 = Rp 300.000
50 kg x Rp 1.500
= Rp 75.000
2,55 kg x Rp. 120.000 = Rp. 306.000
4,25 kalengx Rp.60.000 = Rp.255.000
4,25 kalengx Rp.80.000 = Rp.340.000
2 buah x Rp60.000 = Rp. 120.000
= Rp.
120.000/2
=
Rp. 60.000
2 buah x Rp 15.000 =Rp. 30.000
=Rp.
30.000/3
=
Rp.10.000
1 buah x
Rp.600.000 =Rp 600.000
=Rp.600.000/5
=Rp.120.000
Rp 3.000 x 126
karung = Rp 378.000
=Rp.
378.000/4
=Rp.94.500
23 orang x Rp 50.000 = Rp 1.150.000
42 rante x
Rp.25.000 = Rp 1.050.000
7560 kg x
13% = 982,8 kg
982,8 kg x Rp.4000 = Rp.3.931.200
1 HKP x Rp
50.000 = Rp. 50.000
3 HKP x
Rp.50.000 = Rp.150.000
3 HKP x
Rp.50.000 = Rp.150.000
14 HKP x Rp 50.000 = Rp.700.000
28 HKP x Rp.
50.000 = Rp.1.400.000
14 HKP x Rp.50.000
= Rp. 700.000
14 HKW x Rp.50.000
= Rp. 700.000
2 HKP x Rp. 50.000
= Rp. 100.000
2 HKP x Rp. 50.000
= Rp. 100.000
2 HKP x Rp. 50.000
= Rp. 100.000
36 rante x
4 kaleng/rante=144 kaleng
144 kaleng x 12 kg/kaleng =1.728 kg
1.728 kg x Rp.4000/kg =Rp.6.912.000
42 rante x Rp. 2.300 = Rp. 96.600
Rp.19.599.300
|
|
5
|
keuntungan
|
Rp.25.140.000 – Rp.19.499.300 = Rp. 5.540.700
|
Jadi
analisis R/C = 25.140.000 /19.599.300
= 1,2
B.
Tanaman cabai
1.
Pengolahan Lahan
Lahan
untuk penanaman tidak lagi diolah karena masih cukup gembur.
Tenaga kerja yang diguanakan untuk pengolahan lahan
yaitu tenaga kerja dalam keluarga.
2.
Pembibitan
Bibit
yang digunakan adalah bibit yang dikeringkan sendiri. Setelah bibit kering
kemudian di taburkan pada tempat persemaian yang telah disediakan.
3.
Penanaman
Penanaman
dilakukan 20 hari setelah penyemaian.
Penanaman dilakukan oleh tenaga kerja dalam keluarga
4.Pemupukan
dan pengendalian HPT
Tidak
ada jadwal khusus dalam pemberian pupuk
dan pengendalian HPT. Pemupukan dan pengendalian HPT dilakukukan apabila ada
pupuk dan pestisida yang lebih pada saat pemberian pupuk dan pengendalian HPT
pada padi.
5.
Penyiangan
Penyiangan
dilakukan apabila rumput sudah mulai memanjang. Penyiangan dilakukan oleh
tenaga kerja dalam keluarga.
Berikut adalah
perhitungan keuntungan tanaman cabai keluarga bapak J. Tampubolon
a. produksi
total 50
kg
b. harga
20.000
c. penerimaan 500.000
d. biaya
produksi:
bibit, pupuk, pestisida
0
penyiangan(1 HKP @ Rp.
50.000) 50.000
pemanenan(3 HKP @ Rp.
50.000) 150.000
Total biaya 200.000
Keuntungan = penerimaan – total biaya
= 500.000 – 200.000
= 300.000
R/C = 500.000/ 200.000
= 2,5
C.
Tanaman jagung
Pada budidaya
tanaman jagung tidak ada perlakuan khusus sama halnya dengan tanaman cabai.
Tanaman jagung ditanam di tempat sebelumnya cabai tumbuh sehingga tidak diolah
lagi karena masih gembur
Berikut adalah perhitungan keuntungan tanaman
jaguang:
a. produksi
total 70
kg
b. harga
2500
c. penerimaan 175.000
d. biaya
produksi:
bibit, pupuk, pestisida
0
penyiangan(1 HKP @ Rp. 50.000) 50.000
pemanenan(1/2 HKP @ Rp.
50.000) 25.000
Total biaya 75.000
Keuntungan = penerimaan – total biaya
= 175.000 – 75.000
= 100.000
R/C = 175.000/ 75.000
= 2,3


Komentar
Posting Komentar