Analisa Sektor Ekonomi Basis Kabupaten Simalungun tahun 2016 dengan metode LQ

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Di dalam perencanaan suatu wilayah  haruslah memiliki kemampuan  untuk menganalisis potensi ekonomi wilayahnya.  Hal ini terkait dengan kewajiban di satu sisi dapat menentukan sektor-sektor riil mana  yang perlu dikembangkan  agar perekonomian daerah tersebut dapat tumbuh dengan cepat dan di sisi lain mampu mengidentifikasi  faktor-faktor yang membuat potensi sector tertentu rendah dan dapat menentukan apakah langkah-langkah yang diprioritaskan untuk menanggulangi kelemahan  tersebut.
Setelah adanya otonomi daerah, masing-masing daerah  sudah lebih bebas dalam menentukan sektor  mana yang diprioritaskan pengembangannya. Kemampuan pemerintah daerah untuk mengembangkan sektor yang memiliki keunggulan  dan atau kelemahan di wilayahnya menjadi semakin sangat penting. Sektor yang memiliki  keunggulan , memiliki prospek yang lebih baik untuk dikembangkan dan diharapkan dapat  mendorong sektor-sektor lainnya untuk berkembang.
Kabupaten Simalungun sebagai salah satu Kabupaten yang memiliki daerah yang cukup luas di Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yaitu dengan luas wilayah 4.386,60 km2 menjadikannya sebagai daerah terluas ketiga setelah kabupaten Madina dan Langkat, serta dengan potensi kekayaan sumberdaya yang melimpah, yakni daerah lahan pertanian dan perkebunan yang luas. Pada tahun 2010 Kabupaten Simalungun tercatat sebagai daerah penghasil padi terbesar di Sumut dengan luas lahan pertanian sebesar 42.344 ha. Daerah perkebunan yg luas juga terdapat di daerah ini, baik perkebunan jagung luasnya sebesar 14.112 ha, sawit (27.155 ha) , karet (13..280,4 ha), kopi (9.610,3 ha), kakao (5.705,26 ha), cengkeh (442,88 ha), kelapa (2.952,38 ha), ubi jalar dan ubi kayu (14.214 ha) teh (3.500 ha) serta komoditi pertanian lainnya, yang terdiri dari perkebunan rakyat yang menjadi komoditas unggulan kabupaten ini.
Alat analisis   yang sering digunakan perekonomian dalam menetapkan sector ekonomi basis atau potensial atau bidang  prioritas dari masing-masing daerah salah satunya adalah   dengan ukuran LQ (Location Quotient). Melalui alat analisa  ini yang digunakan   di dalam suatu wilayah/daerah   dapat di ketahui  sector  utama  mana  yang memberikan keuntungan ekonomi  pada wilayah/daerah ini  dan pada akhirnya memberi  keuntungan kepada ekonomi nasional secara keseluruhan. Kemudian dengan menggunakan  alat analisis LQ ini  juga dapat dibuat dengan menguraikan sektor-sektor tersebut atas subsektor  atau bahkan perkomoditinya.
Berdasarkan hal tersebut diatas dirasakan perlu untuk diketahui apakah sektor pertanian atau sektor lainnya  yang merupakan sektor  ekonomi basis atau potensial   dengan ukuran LQ (Location  Quotient) untuk pengembangan daerah tersebut . Dengan  melihat ukuran melalui  analisis LQ ini  yaitu sesuatu kegiatan ekonomi yang secara perbandingan lebih memberi keuntungan bagi daerah tersebut untuk dikembangkan. Dari hasil kemudian dapat dikembangkan sektor apa di daerah Kabupaten Simalungun yang merupakan ekonomi basis daerah tersebut.

I.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan penjelasan diatas, maka yang menjadi permasalahan dalam makalah ini adalah:
1.      Apa itu Location Quotient (LQ)?
2.      Sektor-sektor apakah yang menjadi sektor basis dan non basis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Simalungun?

1.3 Tujuan
1.      Untuk mengetahui  apa itu Location Quotient (LQ)
2.      Untuk mengetahui sektor-sektor apakah yang menjadi sektor basis dan non basis dalam perekonomian wilayah Kabupaten Simalungun



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Location Quotient
Analisis Location Quotient (LQ) digunakan untuk menentukan subsekor unggulan atau ekonomi basis suatu perekonomian wilayah. Subsektor unggulan yang berkembang dengan baik tentunya mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan darah secara optimal. Rumusnya adalah sebagai berikut:
                         Xi/PDRB
          LQ    =  ---------------
                           Xi/PNB      
Di mana :        Xi       = Nilai tambah (tingkat pendapatan) sektor i di suatu daerah
                       PDRB =  Produk domestic regional bruto daerah tersebut    
                       Xi        = Nilai tambah (tingkat pendapatan) sektor i secara nasional
                       PNB    = Produk nasional bruto atau GNP
Bila nilai LQ > 1 maka sektor/subsector komoditi tersebut merupakan unggulan di daerah dan potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak perekonomian daerah. Apabila nilai LQ < 1 maka sektor/subsektor/komoditi tersebut bukan merupakan unggulan dan kurang potensial untuk dikembangkan sebagai penggerak perekonomian daerah. LQ = 1 maka  tingkat spesialisasi sektor tertentu pada tingkat daerah sama dengan sektor yang sama pada tingkat provinsi.

2.2 Penentuan sektor basis dan non basis Kabupaten Simalungun
Dalam menentukan sektor basis dan non basis menggunakan analaisis LQ maka diperlukan data PDRB Kabupaten Simalungun dan Provinsi Sumatera Utara.
Berikut ini akan disajikan PDRB Kabupaten Simalungun, PDRB Sumatera Utara dan LQ Kabupaten Simalungun.  
Tabel 1. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Simalungun Atas Dasar  Harga  Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah) Tahun 2016
NO
Lapangan Usaha
Tahun 2016
1
 Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
13.203,97
2
Pertambangan dan Penggalian
53,95
3
Industri Pengolahan
2.529,29
4
Pengadaan Listrik, Gas
19,76
5
Pengadaan Air
18,67
6
Konstruksi
2.037,56
7
Perdagangan Besar dan Eceran
3.194,17
8
Transportasi dan Pergudangan
358,67
9
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
205,65

10
Informasi dan Komunikasi
165,23
11
Jasa Keuangan
229,74
12
Real Estate
203,72
13
Jasa Perusahaan
19,09
14
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
924,46
15
Jasa Pendidikan
237,00
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
83,73
17
Jasa lainnya
23,31

Jumlah
23.507,97


Tabel 2. Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sumatera Utara Atas Dasar  Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha (miliar rupiah) Tahun 2016
NO
Lapangan Usaha
Tahun 2016
1
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
115.308,88
2
Pertambangan dan Penggalian
6.144,99
3
Industri Pengolahan
89.941,99
4
Pengadaan Listrik, Gas
616,39
5
Pengadaan Air
450, 27
6
Konstruksi
57. 286,44
7
Perdagangan Besar dan Eceran
81.467,72
8
Transportasi dan Pergudangan
21.389,01
9
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
10.512,20
10
Informasi dan Komunikasi
11.913,13
11
Jasa Keuangan
14.531,04
12
Real Estate
19.187,89
13
Jasa Perusahaan
4.065,41
14
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
14.931,58
15
Jasa Pendidikan
9.341,37
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
4.366,28
17
Jasa lainnya
2.320,88

Jumlah
463.775,46



Tabel 3. LQ  Kabupaten Simalungun Menurut Lapangan Usaha Tahun 2016
NO
Lapangan Usaha
LQ Kabupaten Simalungun
1
Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan
2,25
2
Pertambangan dan Penggalian
0,17
3
Industri Pengolahan
0,55
4
Pengadaan Listrik, Gas
0,63
5
Pengadaan Air
0,81
6
Konstruksi
0,70
7
Perdagangan Besar dan Eceran
0,77
8
Transportasi dan Pergudangan
0,33
9
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum
0,38
10
Informasi dan Komunikasi
0,27
11
Jasa Keuangan
0,31
12
Real Estate
0,20
13
Jasa Perusahaan
0,09
14
Administrasi Pemerintahan, Pertahanan
1,22
15
Jasa Pendidikan
0,50
16
Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial
0,37
17
Jasa lainnya
0,19

            Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa hanya ada dua sektor yang memiliki LQ > 1 yaitu sektor pertanian dengan LQ paling tinggi kemudian diikuti dengan sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan. Kemudian ada lima belas sektor yang memiliki LQ < 1 yaitu Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Pengadaan Air, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan, Real Estate, Jasa Perusahaan, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Jasa lainnya. Sehingga yang menjadi sektor andalan di Kabupaten Simalungun hanya dua sektor yaitu sektor pertanian dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan.


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa

  1. Hanya ada dua setor basis di kabupaten simalungun yaitu sektor pertanian dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan 
  2. Ada lima belas sektor yang bukan merupakan sektor basis di kabupaten simalungun yaitu Pertambangan dan Penggalian, Industri Pengolahan, Pengadaan Listrik dan Gas, Pengadaan Air, Konstruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Transportasi dan Pergudangan, Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, Informasi dan Komunikasi, Jasa Keuangan, Real Estate, Jasa Perusahaan, Jasa Pendidikan, Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial, Jasa lainnya

3. 2 Saran
1                     Diperlukan perhatian khusus oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan pembangunan. Sehingga semua sektor ekonomi yang menjadi sektor basis di Kabupaten Simalungun mampu menjadi leading sektor dalam pembangunan perekonomian daerah Kabupaten Simalungun.


DAFTAR PUSTAKA

Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun. 2016.  Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Simalungun Menurut Lapangan Usaha 2011 – 2016, (online), (http://simalungunkab.bps.go.id/ diakses 17 April 2018)
Badan Pusat Statistik Kabupaten Simalungun.  2016.  Produk Domestik Regional Bruto Menurut Lapangan Usaha Provinsi Sumatera Utara 20122016, (online), (http://simalungunkab.bps.go.id/ diakses 17 April 2018)
Saragih Mahdi. 2013. Pertanian Sebagai Leading Sector Dalam Perekonomian KabupatenSimalungun,(online),(http://kehutanan2010usu.blogspot.co.id/2013/01/pertanian-sebagai-leading-sector-dalam.html diakses 17 April 2018)
Sholehuddin Nurul. 2015. Analisis LQ Sektor–Sektor Perekonomian Kabupaten Pakpak Bharat Dalam Peningkatan Pendapatan Daerah, (online), (http://makalahnurulsholehuddin.blogspot.co.id/2015/04/jurnal-lq.html  diakses 17 April 2018)


                   


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lapoan Kuliah Pratek Pengabdian Masyarakat (KPPM)

Bab 1- Bab 3 Laporan PKL Manajeman Mutu CPO dan TBS

Analisis Pendapatan Keluarga Petani